Mengenal Dangke: Keju Bakar dari Enrekang

Oleh: Etta Adil 

ETTAPEDIA.ORG – Ada yang tahu apa itu Dangke? KULINER  keju lunak dari olahan fermentasi susu sapi atau susu kerbau yang dibekukan di Sulawesi Selatan hanya ada di Enrekang. Penamaannya diambil dari kosa kata Bahasa Belanda yang berarti terima kasih, asal usulnya dari ucapan para opsir Belanda setelah menikmati suguhan susu dan keju hasil olahan terampil warga Enrekang.

Tak ada yang dapat menolak kelezatan keju Enrekang ini. Belum afdal rasanya menginjakkan kaki di Enrekang tanpa menikmati Dangke, yang kerapkali disajikan bersama roti, kue, sambal, ataupun penambah variasi rasa lainnya. Keterkenalan Dangke ini karena sudah menjadi bagian dari kehidupan peternak Enrekang, sudah diproduksi jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dangke khas Enrekang. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Dangke khas Enrekang. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Proses pengolahan Dangke terbilang unik. Dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu kurang lebih 70 derajat celcius sebelum difermentasikan. Peternak kerbau dan sapi di Enrekang memanfaatkan getah pepaya sebagai pemisah susu dari kandungan air dan lemaknya, yang sekaligus berfungsi memadatkan susu sapi menjadi bongkahan keju berwarna putih.

Warga Enrekang juga menggunakan nenas untuk membuat rasanya menjadi masam dan berefek kekuningan pada bongkahannya. Satu bongkah Dangke setara dengan dua liter susu segar. Setelah terfermentasi, bongkahan keju lunak (Soft Cheese) ini diberi garam secukupnya dan dicetak menggunakan tempurung kelapa yang sudah dibersihkan lalu dibungkus dengan daun pisang.

Dangke bisa dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya dipanggang bertemankan sambal tomat, nikmati sebagai lauk bertemankan nasi hangat. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Dangke bisa dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya dipanggang bertemankan sambal tomat, nikmati sebagai lauk bertemankan nasi hangat. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Cara penyajian Dangke paling sederhana adalah dengan menggoreng atau memanggangnya. Selanjutnya bisa dinikmati bersama sepiring nasi hangat dan sambal terasi. Warga Enrekang sendiri paling suka menikmati Dangke dengan Pulo Mandoti, yaitu beras yang bila ditanak aroma wanginya tercium sampai di kejauhan.

Menikmati Dangke panggang dengan sambal olahan sendiri. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Menikmati Dangke panggang dengan sambal olahan sendiri. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Menikmati Dangke sebagai kuliner lokal memang punya banyak cara berbeda, tergantung sesuai selera. Bisa pula dinikmati setelah dibakar atau dipanggang bertemankan sambal olahan sendiri, dari tomat dan cabai yang segar. Menikmati Dangke selain dapat menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan stamina, juga secara khusus dipercaya dapat memperbaiki kualitas sperma bagi laki-laki. Jadi, mari menikmati suguhan terima kasih ini. Dangke! (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga