30 C
Makassar
Oktober 6, 2026, 10:02 pm

Asal Usul Kata Bulukumba dalam Perspektif Sejarah dan Budaya

Oleh: M. Farid W Makkulau *)

Related Post: Lebih Dekat dengan Orang Kajang

ETTAPEDIA.ORG – Sudah pernah beberapa kali ke Bulukumba, tapi tidak pernah benar-benar berpikir tentang apa arti dan asal usul kata “Bulukumba” itu? Atau anda sendiri, orang Bulukumba, lahir dan besar di Bulukumba, tapi tidak benar-benar paham apa arti dari nama Bulukumba itu?

Ya, Nama “Bulukumba” atau dalam bahasa setempat, sering pula disebut “Bulukumpa” sejatinya bukan sekadar penanda geografis, melainkan menyimpan jejak sejarah, bahasa, dan identitas masyarakat di ujung selatan Sulawesi. Berbagai tradisi lisan dan kajian sejarah menyebutkan bahwa nama ini berasal dari bahasa Makassar, yaitu “Bulu’ku Mupa” atau “Bulu’ku Mpa”, yang secara harfiah dapat dimaknai sebagai “gunungku masih ada” atau “Semua gunung itu adalah milikku.”

Ungkapan tersebut lahir dari situasi politik pada masa lampau ketika wilayah Bulukumba menjadi daerah perbatasan antara kerajaan-kerajaan besar di Sulawesi Selatan, terutama Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone. Dalam berbagai kisah tutur masyarakat, frasa itu merupakan bentuk penegasan kepemilikan atas sebuah wilayah perbukitan yang diperebutkan.

Seiring perkembangan bahasa dan pelafalan masyarakat dari generasi ke generasi, istilah Bulu’ku Mupa mengalami penyederhanaan fonetik hingga akhirnya menjadi Bulukumba, nama yang digunakan secara resmi hingga sekarang.

Secara linguistik, kata bulu’ dalam bahasa Makassar berarti bukit atau gunung kecil. Sementara unsur ku menunjukkan kepemilikan (milikku), dan mupa/mpa mengandung makna masih ada atau tetap. Dengan demikian, Bulukumba dapat dipahami sebagai simbol keteguhan mempertahankan tanah, wilayah, dan identitas.

Pandangan ini menurut penulis, menempatkan nama-nama daerah di Sulawesi Selatan, penamaan atau penyebutannya lahir sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat. Dalam artian, toponimi tidak lahir secara kebetulan, melainkan merupakan rekaman sejarah yang diwariskan melalui bahasa. Ya, Penamaan suatu tempat atau daerah sering kali menjadi “dokumen budaya” yang menyimpan kisah politik, hubungan antarkerajaan, kondisi geografis, hingga nilai-nilai yang dijunjung oleh masyarakat pendukungnya.

Dalam berbagai tulisan dan kajian penulis mengenai sejarah dan budaya Sulawesi Selatan, seringkali menjelaskan bahwa memahami asal-usul nama daerah berarti membaca perjalanan peradaban masyarakatnya. Oleh karena itu, nama Bulukumba bukan hanya menunjukkan lokasi administratif, tetapi juga merepresentasikan semangat mempertahankan wilayah, harga diri (siri’), dan kesinambungan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Makna tersebut semakin relevan apabila dikaitkan dengan identitas Bulukumba pada masa kini. Daerah ini dikenal sebagai “Butta Panrita Lopi”, tanah para ahli pembuat perahu Pinisi, yang mencerminkan keteguhan masyarakatnya dalam menjaga warisan budaya sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Dengan demikian, nama Bulukumba bukan hanya menyimpan kisah masa lalu, tetapi juga menjadi simbol kesinambungan antara sejarah, budaya, dan jati diri masyarakatnya.

Pada akhirnya, asal-usul nama Bulukumba mengajarkan kita bahwa sebuah nama adalah penanda identitas. Sebagaimana yang sering penulis tegaskan bahwa toponimi merupakan pintu masuk untuk memahami sejarah suatu masyarakat. Di balik nama Bulukumba tersimpan narasi tentang perjuangan mempertahankan wilayah, kekuatan budaya lokal, serta warisan nilai yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang.

Demikian yang dapat penulis jelaskan. Semoga bermanfaat adanya. Salamakki Tapada’ Salama. (*)

 

(* M. Farid W Makkulau, Penulis/Peneliti Sejarah dan Budaya Sulawesi Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga