27 C
Makassar
Oktober 6, 2026, 11:07 pm

Asal Usul Daerah Tumampua di Pangkep

Oleh: M. Farid W Makkulau *)

ETTAPEDIA.ORG – PADA Suatu hari, saya menyempatkan singgah makan siang di sebuah warung Sop Kikil yang terkenal di Palampang – Pangkajene. (Pangkep, Sulsel).  Di dalam warung, saya bertemu dengan Andi Syahrir Amir yang akrab dipanggil Puang Cali (mantan Anggota DPRD Pangkep 1999-2004), akhirnya terjadilah perbincangan yang seru antara saya, Puang Cali dan beberapa pengunjung warung tersebut. Karena beliau mengetahui saya sebagai orang yang menulis buku “Sejarah dan Kebudayaan Pangkep, maka dia membuka pembicaraan tentang asal usul Kampung Tumampua.

Menurut Andi Syahrir Amir (Puang Cali), Tumampua adalah kampungnya orang kaya (orang mampu) yang didirikan oleh La Tenriaji To Senrima, Raja Bone XIV. Tumampua sekarang adalah nama salah satu kelurahan dalam lingkup Kecamatan Pangkajene. Pangkajene sendiri merupakan Ibukota Kabupaten Pangkep.

Demi menghormati beliau sebagai orang yang dituakan dan tokoh masyarakat, maka tentu sangatlah tidak santun jika di tempat umum tersebut saya menyanggah pendapatnya. Tanggapan saya terhadap asal usul Kata dan penamaan ‘Tumampua’ sebenarnya telah saya tulis dalam beberapa artikel termuat di koran terkait Sejarah Pangkajene. Tulisan ini lebih sekedar untuk berbagi mengenai perbendaharaan bahasa terkait masalah kata ‘Tumampua’ tersebut.

Menurut Puang Cali, Kampung Tumampua itu didirikan oleh Raja Bone XIV, La Tenriaji To Senrima (saudara dari raja Bone XIII, La Maddaremmeng Matinroe ri Bukaka). Penulis memang mendapatkan keterangan bahwa Raja Bone ini melakukan peperangan terhadap Kerajaan Gowa karena menganggap apa yang dilakukan Gowa dengan serangan militernya ke Bone adalah bentuk penjajahan suatu Negara atas Negara lain, melanggar kedaulatan Kerajaan Bone, meskipun Gowa beralasan bahwa peperangan yang dilakukannya adalah dalam rangka proses pengislaman. La Tenriaji To Senrima tertangkap, ditawan, dan diasingkan ke Siang. (lihat. A. Sultan Kasim, 2002). Pada waktu diasingkan ke Siang inilah, dibuka Kampung yang sampai sekarang masih ada—dinamai “Tumampua”—yang menurut Andi Syahrir berarti orang – orang yang mampu.

Pada masa pemerintahan Bupati Pangkep HM Arsyad B sempat diubah namanya menjadi Padamampu, yang sekali lagi menurut A Syahrir berarti sama-sama mampu. Barangkali penyebutan nama Kampung Tumampua ini menurutnya merujuk kepada bangsawan Bone yang diasingkan di tempat itu adalah Orang-orang yang mampu, baik mampu secara materil maupun mampu dalam arti mampu melakukan perlawanan terhadap dominasi Kerajaan Gowa yang pada masa itu berada di puncak keemasannya.

Dalam sejarah, hal ini kemudian terbukti karena La Tenriaji To Senrima mampu melarikan diri dari pengasingan dan bangkit lagi melakukan perlawanan sampai kemudian Bone meraih kemerdekaan tidak lama setelah kedatangan Arung Palakka yang bersekutu dengan Belanda menyerang Gowa. Arung Palakka La Tenritatta To Appatunru Daeng Serang Petta Malampeq Gemmekna adalah Raja Bone XV yang diangkat menggantikan La Tenriaji To Senrima (Raja Bone XIV). (Makkulau, 2006).

Mengenai asal usul penamaan Kampung Tumampua ini, penulis berpendapat berbeda dengan yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa Tumampua bukanlah berarti orang yang mampu, tetapi Tumampua berarti orang yang berasal dari Mampua. (Tu = orang ; Mampua = nama negeri atau kerajaan kecil di Bone). Akhiran “a” diduga menunjukkan tempat, yaitu Mampua. Kata “mampu” dalam arti kaya atau mampu dalam arti yang sebenarnya adalah Bahasa Indonesia, bukanlah berasal dari Bahasa Bugis.

Jadi, bukan Tumampu, tapi Tumampua. Sebagaimana dalam Sejarah Bone diketahui bahwa La Tenriaji To Senrima (Raja Bone XIV) yang kalah perang dari gabungan pasukan Gowa-Wajo-Luwu dalam Bunduka ri Pasempe (Bugis: Musu’ Pasempe, 1646) kemudian diasingkan ke Siang bersama para pengikutnya yang setia, sebagian besar diantaranya berasal dari Mampua bersama rajanya, Arung Mampu. (Makkulau, 2006 ; lihat pula, A. Sultan Kasim, 2002 : 64 – 67).

Semoga bermanfaat adanya. (*)

 

(* M. Farid W Makkulau, Penikmat Sejarah Daerah Sulawesi Selatan. Tinggal di Pangkep.

(** Tulisan/Artikel ini, dengan judul “Asal Usul Tumampua” dan penulis yang sama, pernah dimuat sebelumnya di Web Blog Kompasiana, 7 April 2011.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga