Oleh: M. Farid W Makkulau
Related Post: Pallu–pallu: Tradisi Sahur yang Mulai Terlupakan
PALONTARAQ.ID – Bagi Orang Bugis Makassar, pilihan kuliner tradisi saat berbuka puasa sama banyaknya dengan kuliner tradisi saat sahur. Ada banyak pilihan, baik itu berupa beppa atau kanrejawa (kue-kue), masakan olahan daging seperti Coto, Konro, Pallubasa, Tumpi-tumpi, Juku Kalotoro (Ikan Kering), dan lain sebagainya.
Seiring perkembangan teknologi, yang ditandai dengan telah dirumahkannya beberapa peralatan rumah tangga untuk memperpanjang masa makanan bertahan lama, seperti pemanas atau pendingin, maka semakin beragam pula makanan yang bisa disiapkan atau disajikan, baik pada saat berbuka puasa maupun pada saat sahur. Meski begitu, beberapa kuliner tradisi masih bertahan hingga kini.
Salah satu kuliner tradisi saat sahur tersebut yang masih bertahan hingga kini ialah Tumpi-tumpi Ikan Mairo, terutama bagi masyarakat pulau dan pesisir dimana ketersediaan bahan ikan teri (Juku Mairo) cukup melimpah, malah ramai pula diperjual-belikan saat bulan Ramadhan.
Bagi orang Bugis Makassar, menjadikan tumpi-tumpi sebagai menu puasa dan sahur adalah kebiasaan yang masih sulit ditinggalkan. Makanan warisan leluhur orang Bugis Makassar ini terbuat dari ikan mairo (ikan teri) yang dicincang halus dan dicampur dengan parutan kelapa dan digoreng kadang berbentuk segitiga, kadang juga berbentuk bulat.
Bagi orang Bugis Makassar adalah kurang lengkap sahur kalau tidak ada tumpi-tumpi ikan maironya, selain karena rasanya yang khas dan mengundang selera, tumpi-tumpi juga sudah menjadi makanan tradisi bagi setiap perayaan dan momen penting orang Bugis Makassar, seperti maulid nabi, khitanan atau pernikahan, dan lain sebagainya.
Tumpi-tumpi biasanya dijual musiman, yaitu saat Bulan Ramadhan saja, meski pada umumnya hampir sebagian besar Orang Bugis Makassar masih dapat membuatnya.
Bagi remaja putri dan generasi milenial yang belum tahu cara membuatnya, berikut ini resep membuat Tumpi-tumpi Ikan Mairo.
Bahan-bahan yang diperlukan:
– 1/2 kg ikan teri basah dibuang kepala dan isi perutnya.
– 1/3 butir kelapa setengah tua, diparut
– 1 butir telur
Bahan bumbu ikan: 1/2 sdt kunyit bubuk, air secukupnya (cukup setinggi volume ikan dalam panci), 2 sdm air asam, garam secukupnya, dan gula secukupnya
Bahan bumbu halus: 7 butir bawang merah, 3 siung bawang putih, 1/2 sdt merica bubuk, dan garam secukupnya
Cara Membuatnya:
Masak ikan bersama air asam, air, kunyit, garam dan sedikit gula. Masak hingga air menyusut dan habis. Sisihkan.
Ulek bumbu halus hingga benar-benar halus. Masukkan ikan, dan ulek hingga ikannya halus. Sisihkan.
Kemudian kelapa diulek sambil campurkan semua bahan sambil diuleni sedikit demi sedikit agar merata.
Tambahkan telur lalu aduk hingga rata. Bentuk segitiga menggunakan daun pisang sambil dipadat-padatkan. Letakkan di atas daun pisang.
Panaskan minyak goreng dengan api sedang. Goreng tumpi-tumpi sampai kuning kecoklatan. Angkat lalu tiriskan. Tumpi-tumpi sudah siap dinikmati. Salamaki Tapada Salama’. (*)





















