Oleh: M. Farid W Makkulau
Related Post: Pallu dan Nasu
ETTAPEDIA.ORG – Ikan Bandeng (b.makassar: juku bolu, b.bugis: bale’ bolu) adalah salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Pangkep, karena itu tak heran banyak diantara pencipta logo, desainer grafis, atau pegiat seni rupa yang mengangkat “si bolu” ini sebagai ikon logo dan maskot.
Penggunaan “si bolu” sebagai ikon tersebut umumnya mengalami hambatan pada pemaknaan simbolik dan narasi pendukungnya, Itulah sebabnya tak banyak pegiat seni dan desainer tersebut yang mampu mengungkap filosofi kedaerahannya secara utuh sesuai maksud dan tujuan pembuatan logo atau maskot tersebut.
Berikut ini pilihan narasi dan pemaknaan dari ikon “si bolu” yang dapat dijadikan sebagai alternatif pertimbangan atau masukan:
Kondisi Faktual Perikanan Tambak
Secara geografis, pada posisi horizon Kabupaten Pangkep terbentang dari titik 117′ 19’ s.d. 119′ 48’67” Bujur Timur yang membentuk elevasi yang relatif datar antara 0 hingga 700 mdpl. Keunikan sebagai tiga dimensi ini seharusnya dapat dimanfaatkan.
Dengan karakteristik wilayah demikian, maka secara agroklimatik daerah ini tidak dapat bergantung sepenuhnya pada lahan pertanian untuk budidaya tanaman pangan, melainkan harus memberdayakan diversifikasi pemanfaatan lahan hingga pesisir untuk optimalisasi potensi pertanian secara luas.
Keberadaan perairan yang subur dan terpelihara dengan baik dalam wilayah Pangkep memberikan kondisi ideal untuk budidaya ikan bandeng. Para petani ikan setempat melaporkan peningkatan produksi dan kualitas ikan bandeng, yang menjadi bukti nyata akan potensi luar biasa yang dimiliki oleh wilayah ini.
Kabupaten pangkep sudah sangat terkenal dengan lahan tambak ikan bandeng yang
luas dengan pengelolaan dari tradisional hingga ke yang intensif. Luas lahan tambak yang dimiliki petani berkisar antara 0,65 – 12 ha dengan rata-rata luas lahan sekitar 2,8 ha. Angka ini merupakan luas yang cukup besar.
Sebagian besar tambak merupakan milik sendiri yaitu sekitar 72,72%, sebagian kecil petani tambak melakukan usahanya dengan menyewa lahan yaitu sekitar 13,64%, dan sebagian lainnya sebagai petani penggarap yaitu sekitar 13,64%. Terdapat juga petani selain mengelola tambaknya sendiri juga menyewa tambak lain dengan cara disewa.’
Jadi, Perikanan tambak dengan komoditas ikan bandeng telah menjadi bagian penting dari kelangsungan hidup masyarakat Pangkep, dan bahkan ikan bandeng (juku bolu) ini telah pula menjadi ikon daerah, khususnya di sektor perikanan yang menopang kesejahteraan masyarakat Pangkep.

Lihat pula: Inilah Sejarah Sop Saudara itu
Kepanjangan Kata “Bolu” dalam Logo dan Maskot
Sebagai masyarakat yang berpenduduknya menuturkan Bahasa Bugis dan Makassar sekaligus, dan tidak lagi dapat dipisahkan secara sosial budaya dan kehidupan ekonominya, maka simbolisasi terhadap karya yang menampilkan ikon Ikan Bandeng (juku bolu atau bale bolu) dapat dilakukan dalam Bahasa Bugis dan Makassar, atau dipilih saja salah satunya.
Berikut ini pemaknaan kata “Bolu” dari kepanjangannya dari Bahasa Bugis, sebagai masukan atau pertimbangan dari penulis.
B = 1. Bessi, artinya bersih, 2. be.ssi n besi: angesong hajuna di kebbu fole di bessi, jemuran bajunya dibuat dari besi.
O = Onro: 1. tentu; janci pura onro, janji yang sudah tentu, 2. tempat: leccek onro ni iaro barang e’, barang itu sudahj pindah tempat. 3. derajat: tettek mui mappada onro, tetap sama derajatnya (pangkatnya).
Sininna rupa tau nappunnai maneng riasengnge hak na kebebasang ye tarukie ri lalenna Ada Assamaturusengnge, na degaga riasengnge mappasilaingeng appongeng, mappasilaingeng warenna uli, mappasilaingeng urane na makkunrai, mappasilaingeng bangsa, bahasa, agama na atteppereng, politik, arega mappasilaingeng assaleng uss ulu bangsana, assugirenna, onro jajianna arega pangka ‘na.
Terjemahnya:
Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat yang berlainan, asal kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, ketetapan kelahiran ataupun kedudukan lain.
L = Lempu: 1 kebenaran: tangi lempu e’, pertahankanlah kebenaran. 2. Nangka: upuji manre’ ikkanju lempu, saya suka makan sayur Nangka.
U = Uki 1. tulis, surekna na uki, yang ditulis ialah surat. 2. jodoh; narekko uki namemeng sialaitu, bila jodohnya maka ia akan menikahinya.
Jika digabungkan kata “Bolu” ini, maka dapat disatukan sebagai berikut: “Bessi ri Onroangna na Lempu ni Uki”, artinya: Bersih sejak dari ditetapkannya dan Hanya kebenaranlah yang harus ditulis.
Sebagaimana kita ketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat Pusat dan KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) di tingkat Provinsi dan Kabupaten, sebagian besar kerjanya akrab dengan kata “Penetapan” (onro), mulai dari penetapan aturan pemilu, jumlah pemilih hingga penetapan hasil pemilu, dan semua tahapan yang dilaluinya haruslah bersih (bessi), dilakukan dengan kejujuran (lempu’) melalui pencatatan (uki) pada setiap jenjang penyelenggaraan, dari KPPS, PPS, PPK, hingga KPUD dan KPU.
Demikian masukan ini, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi siapa saja yang berkontestasi dalam Lomba Maskot Pilkada, dan terkhusus kepada Tim Juri Lomba Maskot Pilkada di Pangkep.
Salamaki Tapada Salama’. (*)
(* M. Farid W Makkulau, Pemerhati Budaya.





















