Langkah Awal Riset Akademik “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Pangkep”

Oleh: M. Farid W Makkulau 

Related Post: Sejarah Masuknya Islam di Pangkep

ETTAPEDIA.ORG – Dalam satu tahun ke depan, penulis akan melakukan riset akademik, sekaligus sebagai penyiapan tesis “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Pangkep“. Dalam pandangan penulis, Kabupaten Pangkep menarik untuk ditelusuri sejarah masuk dan berkembangnya Islam karena beberapa alasan historis, kultural, dan strategis.

Kabupaten Pangkep terletak di pesisir barat Sulawesi Selatan, jalur perdagangan maritim penting antara Sulawesi, Maluku, dan Jawa. Pelabuhan Kerajaan Siang di Pangkep pernah menjadi tempat singgah pedagang Muslim dari Timur Tengah, India, dan Nusantara, sehingga Islam bisa masuk melalui jalur perdagangan.

Daerah yang sekarang dikenal bernama Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan) berada di dekat wilayah Kerajaan Gowa dan Bone, yang memiliki peran besar dalam Islamisasi Sulawesi Selatan. Studi Pangkep memungkinkan menelusuri bagaimana pengaruh kerajaan dan interaksi politik-ekonomi mendorong penyebaran Islam. Selain itu, Banyak tradisi lokal dan adat yang bercampur dengan ajaran Islam, misalnya upacara keagamaan, sistem kepemimpinan lokal, dan praktik sosial.

Jadi, riset akademik ini menarik banyak hal tesis yang berkaitan. Menelusuri Pangkep membantu melihat akulturasi budaya Islam dengan budaya Bugis-Makassar. Masalahnya kemudian dibutuhkan kerja keras lebih untuk menghadirkan bukti materil dan arsip. Misalnya, terdapat masjid tua, makam ulama, naskah kuno, dan dokumen kolonial yang masih bisa diakses. Begitu pula halnya dengan sumber primer untuk memahami sejarah Islam secara lebih konkret dibanding hanya mengandalkan literatur sekunder.

Banyak penelitian Islam di Sulawesi Selatan fokus pada Makassar, Gowa, atau Bone, tapi Pangkep relatif kurang diteliti. Menelusuri sejarah Islam di Pangkep bisa memberikan kontribusi baru pada historiografi lokal dan nasional. Karena itu, sebagai langkah awal riset akademik dan penyiapan tesis, penulis sengaja menuliskan hal ini dan mempublikasikannya sebagai bahan pembelajaran dan rancangan penelitian yang boleh jadi kedepannya, akan terus berlanjut ke penelitian terkait lainnya.

Berikut ini langkah awal riset akademik tentang “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Pangkep” yang akan penulis tempuh dan lakukan sepanjang satu tahun kedepan.

1. Menetapkan Fokus & Batasan Penelitian

Poin pertama ini menyangkut Periode Waktu, Cakupan Wilayah dan Fokus Kajian. Periode waktu, misalnya Apakah ingin meneliti awal masuknya (abad ke-16/17) atau juga perkembangan setelahnya hingga modern? Cakupan wilayah, misalnya hanya Kabupaten Pangkep atau termasuk pengaruh daerah tetangga (Gowa, Bone, Makassar), Fokus kajian, misalnya peran ulama dan kerajaan lokal?, Jalur perdagangan & dakwah?, atau Akulturasi budaya lokal dengan ajaran Islam?

2. Menyusun Pertanyaan Penelitian 

Contoh: Siapa yang pertama kali membawa Islam ke Pangkep?, Jalur dakwah apa yang digunakan (maritim, kerajaan, pesantren, perdagangan)?, Bagaimana respon masyarakat lokal saat itu?, dan Bagaimana perkembangan lembaga keagamaan setelah Islam diterima

3. Pengumpulan Sumber

Terdapat dua pengumpulan sumber, yaitu: (1) Sumber Primer (Arsip kerajaan atau arsip kolonial (Arsip Nasional RI, Arsip Sulsel), Manuskrip/naskah kuno dari pesantren atau koleksi pribadi, atau Wawancara tokoh adat, ulama, sejarawan lokal. (2) Sumber Sekunder (Buku sejarah Islam di Sulawesi Selatan (misalnya karya Christian Pelras, Azyumardi Azra), Jurnal ilmiah, skripsi, atau tesis dari perpustakaan kampus, atau Artikel sejarah di repository universitas atau Balai Pelestarian Nilai Budaya.

4. Metode Penelitian

Menggunakan Metode Historis: Heuristik (pengumpulan sumber), Kritik Sumber, Interpretasi, Historiografi, dan Pendekatan Interdisipliner: Antropologi (adat & budaya), Filologi (naskah kuno), Arkeologi (situs sejarah).

5. Menyusun Kerangka Awal 

Contoh kerangka: (1) Pendahuluan: Latar belakang, masalah, tujuan, metode. (2) Gambaran Umum Pangkep sebelum Islam. (3) Proses masuknya Islam (tokoh, jalur, peran kerajaan). (4) Perkembangan awal & penyebaran lebih luas. (5) Peran pesantren, tarekat, dan ulama dalam perkembangan selanjutnya. (6) Kesimpulan.

6. Persiapan Teknis 

Beberapa langkah Persiapan teknis tersebut adalah penulisan Daftar pustaka awal, mempersiapkan Peralatan riset (kamera, alat rekam untuk wawancara), mengurus Izin dari instansi terkait (perpustakaan, arsip, tokoh adat).

Selengkapnya langkah awal riset akademik ini bisa dilihat pada tabel/peta penelitian berikut:

Aspek Penelitian Detail / Fokus Sumber / Referensi Metode / Catatan
Periode & Lokasi Awal masuk Islam (sekitar abad 16–17), perkembangan sampai era kolonial, wilayah Pangkep & sekitarnya Buku sejarah lokal, naskah kuno, arsip kerajaan Gowa Pendekatan historis, kronologis
Jalur Masuk Islam Jalur perdagangan maritim, dakwah ulama, pengaruh kerajaan Catatan pelaut, dokumen perdagangan, cerita rakyat Heuristik, kritik sumber
Tokoh Penting Ulama, saudagar, raja, penyebar agama Naskah kuno, manuskrip pesantren, wawancara dengan ahli sejarah lokal Identifikasi tokoh, analisis peran
Penerimaan Masyarakat Akulturasi budaya lokal, penolakan atau penerimaan awal Cerita rakyat, naskah sejarah, dokumen kolonial Analisis sosiokultural
Perkembangan Lembaga Keagamaan Pesantren, tarekat, masjid, madrasah Arsip pesantren, wawancara ulama, dokumen pendidikan Studi institusi & jaringan sosial
Situs & Artefak Masjid tua, makam ulama, prasasti Dokumentasi lapangan, penelitian arkeologi Observasi & dokumentasi lapangan
Pengaruh Kolonial / Modernisasi Perubahan praktik keagamaan, integrasi hukum adat & Islam Arsip kolonial Belanda, literatur sejarah modern Analisis historis, komparatif
Sintesis & Kesimpulan Pola masuk Islam, faktor penyebaran, dampak budaya Semua sumber di atas Interpretasi historiografis, penulisan naratif

Demikianlah gambaran umum, langkah awal dan peta jalan riset akademik yang akan penulis lakukan, sekaligus menjadi tahapan penyiapan tesis “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Pangkep“.

Catatan ini lebih kepada persiapan dan pemetaan kegiatan penelitian, sekaligus sebagai promosi kegiatan yang sekiranya dapat menggerakkan sumber-sumber (primer dan sekunder) serta tambahan masukan dari pembaca sekalian untuk kelengkapan materi dan hasil riset akademik ini nantinya.

Salamakki Tapada Salama’. (*)

(* M. Farid W Makkulau, Peneliti Sejarah Budaya Sulawesi Selatan.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga