Oleh: M. Farid W Makkulau
ETTAPEDIA.ORG – Dalam khazanah sastra daerah Makassar, dikenal yang namanya Kelong. Kelong dalam pengertian umum sekarang ini sering diartikan sama dengan nyanyian. Seperti kata akkelong yang artinya (sedang) menyanyi.
Tapi yang dimaksudkan kelong dalam pengertian sastra daerah adalah sejenis pantun, tetapi dapat pula diucapkan seperti orang yang menyanyi.
Contoh-contoh Kelong adalah Kelong Teknek Pa’mai (Nyanyian gembira), Kelong Susa Pakmai, Kelong Sare (Nyanyian Nasib), Kelong Boto-botoang (Nyanyian teka-teki), Kelong Padolangang (Nyanyian Pelaut), kelong Agama, Kelong Pangajarak, Kelong Tupabbiring, Kelong Sibokoi, Kelong Palloserang, Kelong Pamarri, Kelong Tulembang, Kelong Palabbak.
Diantara kelong diatas, ada yang namanya Kelong Boto atau Kelong Boto-botoang. Boto artinya cerdik atau cendekia, Boto-botoang artinya menguji kecerdikan atau main teka teki.
Jadi Kelong Boto adalah suatu pantun yang dimaksudkan untuk menguji kecerdikan seseorang. Biasanya kelong boto ini disampaikan orang tua untuk menguji perkembangan berpikir anaknya, karena itu Kelong Boto ini umum juga dikenal sebagai ‘Teka Teki Makassar’.
Contoh Kelong Boto yang populer adalah :
Punna Nukana kalennu,
Caraddeko Nu Mangasseng
Botoi bedeng
Minro-minroi na tianang
Artinya :
Kalau engkau anggap dirimu,
Pintar dan berpengetahuan
Cobalah terka
Sambil berputar dia mengandung.
Tulisan ini penulis maksudkan sebagai upaya ‘berbagi humor’ dengan cara yang berbudaya, membumikan sastra daerah yang kini banyak terlupakan. Tabe’, salamaki tapada salama’. (*)
(* Tulisan ini pernah dimuat/dipublish di Blog Sosial Kompasiana, dengan penulis dan judul tulisan yang sama, terupdate pada tanggal 30 March 2011.





















