Oleh: M. Farid W Makkulau
Related Post: Bagaimana Membuat Laporan Kunjungan Museum?
ETTAPEDIA.ORG – Banyak guru sejarah yang berminat memberikan kunjungan lapangan sebagai tindak lanjut dari pembelajaran sejarah yang telah diterima anak didik di kelas, namun tak banyak diantaranya yang memiliki kompetensi sebagai guide (pemandu, pembimbing) dalam pelaksanaan tour sejarah atau field trip (karya wisata) tersebut.
Bagi Kelas IX SMP/MTs dan Kelas XII SMA/MA, dari kurikulum pembelajaran sejarah yang ada, pada tingkatan ini biasanya anak didik akan mendapatkan pembahasan tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara. Karena materi ini terasa berat, maka materi ini perlu dikerucutkan pembahasannya hanya seputar sejarah masuknya Islam pada daerah masing-masing. Nah semisal di Sulawesi Selatan, maka seharusnya anak didik diarahkan untuk memahami sejarah daerahnya sendiri, yakni sejarah sulawesi selatan dan terkhusus: Sejarah masuknya Islam di Sulawesi Selatan.

Maka melihat langsung destinasi Sejarah Sulawesi Selatan yang terkait langsung dengan pembahasan di buku akan menjadi sangat penting. Terkait dengan hal ini penulis merekomendasikan beberapa pilihan destinasi Sejarah Masuknya Islam di Sulawesi Selatan, dan dengan variasi destinasi untuk menambah serunya perjalanan “tour sejarah” tersebut.
Berikut ini beberapa pilihan destinasi field trip untuk pembelajaran Sejarah Sulawesi Selatan, dengan lokasi: Pangkep, Maros dan Kota Makassar, yaitu:
- Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep
- Taman Wisata Prasejarah Sumpangbita, Pangkep; lihat disini: Tracing the Prehistoric Trail in Sumpang Bita Pangkep
- Museum Daerah Maros; lihat disini: Mengenal Museum Daerah Maros dan Koleksinya
- Taman Arkeologi Leang-leang, Maros; Lihat disini: Mengenal Taman Arkeologi Leang-leang Maros
- Naval Museum (Museum Angkatan Laut) + Kunjungan ke Kapal Angkatan Laut (KAL) Lantamal VI Makassar; lihat disini: Putri IMMIM Pangkep Kunjungi Museum AL dan KAL Birang Lantamal VI Makassar
-
Museum Kota Makassar; lihat disini: Menengok Koleksi Museum Kota Makassar
- Museum La Galigo/Benteng Pannyua (Fort Rotterdam); lihat disini: Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah?
- Museum Karaeng Pattingaloang/Kompleks Benteng Sombaopu; lihat disini: Karaeng Pattingaloang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
- Museum Balla Lompoa, Sungguminasa, Gowa; lihat disini: Santri Putri IMMIM Studi Wisata Sejarah ke Makassar-Gowa
- Kompleks Makam Raja-raja Gowa; Lihat: Palontaraq ajak Studi Wisata Sejarah Sulsel
- Masjid Katangka/Kompleks Makam Raja-raja Gowa-Tallo; Lihat disini: Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!
- Masjid Syaikh Yusuf/Makam Syaikh Yusuf; lihat disini: Konsepsi Syekh Yusuf dalam Mendekatkan Diri kepada Allah
Destinasi tersebut diatas dapat diprogramkan untuk dikunjungi semuanya jika masa field tripnya berlangsung sepekan, namun jika hanya sehari, dapat memilih 4-5 saja tempat yang akan dikunjungi, misalnya ke: Museum Kota Makassar, Benteng Pannyua (Fort Rotterdam), Benteng Sombaopu, Musem Balla Lompoa, dan Kompleks Makam Raja-raja Gowa.
Namun untuk mengeksplorasi dengan baik kunjungannya, diperlukan guide yang betul-betul tahu rute lokasi kunjungan dan memiliki pemahaman tentang Sejarah Sulawesi Selatan yang mendalam.
Demikianlah sedikit catatan tentang Rekomendasi Field Trip Untuk Pembelajaran Sejarah Sulawesi Selatan. Semoga bermanfaat adanya. Salamaki Tapada Salama’.
(* M. Farid W Makkulau, Penulis/Aktivis Pemandu Museum





















