Oleh: M. Farid W Makkulau
ETTAPEDIA.ORG – Siapa Opu La Pattiware yang dimakamkan di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara? Narasi masyarakat setempat menyebutkan bahwa beliaulah Datu Luwu XV, Datu Luwu pertama yang memeluk Islam sekaligus memaklumkannya sebagai agama resmi kerajaan Luwu.
Dari sekian banyak sumber sejarah Masuknya Islam di Sulawesi Selatan yang penulis telusuri. Salah satunya adalah versi Lontaraq Wajo, yang menyebutkan bahwa Karaeng Matoayya Raja Tallo ke-6 yang tak lain paman dari Raja Gowa XIV menyarankan Datuk Tellua (Datuk Pattimang, Datuk RI Bandang dan Datuk RI Tiro) agar ke Luwu, kerajaan tertua dan dihormati di Sulawesi Selatan.

Saat itu yang menjadi Pajung adalah Datu Luwu XV, La Pattiware Daeng Parabbung (memerintah 1585-1610). Opu La Pattiware sebenarnya juga adalah kakak ipar Raja Gowa XIV. Sebelumnya, dalam Tahun 1590, Datu Luwu XV La Pattiware mempersunting putri pertama (bergelar Petta Matinroe ri Balla Bugisi) Raja Gowa XII I Manggorai Daeng Karaeng Bontolangkasa (1565-1590).
Menurut Siodja Daeng Mallondjo, seorang Pemangku Adat di Desa Tanarigella, Luwu, menyebutkan bahwa sebelum Dato’ Tellua tiba di pusat Kerajaan Luwu di Malangke, terlebih dahulu berlabuh di Pandoso, Daerah Bua. Maddika Bua-lah yang kemudian mengantar Dato Tallue ke Malangke, dan sempat membangun Masjid di Desa Tana Rigella, dikenal sebagai Masjid Jami’ Bua sekarang.

Datu Luwu XV, Opu La Pattiware sendiri berhasil diislamkan pada Tanggal 15 Ramadhan 1013 H, atau 5 Februari 1603, dua tahun sebelum pengislaman Gowa. Opu Pattiware, yang dikenal juga sebagai ‘Petta Pattimang’ kemudian diberi gelar Sultan Muhammad Mudharuddin. Dengan demikian Islam pun mulai resmi menjadi agama di salah satu kerajaan besar di Sulsel.
Penyebaran Islam pun dilanjutkan oleh Datu Luwu XVI Patipasaung Toampanangi Petta Malangke Sultan Abdullah, yang naik takhta pada awal tahun 1604 M. Petta Malangke Sultan Abdullah inilah yang memindahkan ibukota Kerajaan Luwu dari Malangke ke Daerah Ware’ (Palopo saat ini), kemudian istana dan masjid kerajaan, yang sekarang dikenal dengan Istana LangkanaE dan Masjid Tua Jami’ Palopo.

Saat ini, salah satu Dato Tallua, yaitu Dato Patimang Sulaeman dan Petta Pattimang sendiri (Datu Luwu XV) dimakamkan berdekatan, di wilayah Pattimang, Malangke, Luwu Utara. Adapun Opu Petta Malangke (Datu Luwu XVI) dimakamkan di Daerah Malangke Tua.
Sebagai sebuah situs peninggalan sejarah, selayaknya Makam Dato Patimang Sulaeman dan Petta Patimang (Datu Luwu XV) ini mendapatkan pemeliharaan dan perawatan yang baik, serta pemerintah setempat menyiapkan satu Museum dan Perpustakaan yang menyiapkan informasi kesejarahan terkait riwayat hidup keduanya dan perkembangan Islam di Tana Luwu. (*)
(*Tulisan ini pernah dimuat/diposting di Media Palontaraq, 2 Maret 2018





















