27 C
Makassar
Oktober 6, 2026, 11:05 pm

Pimred Ettapedia Diamanahi Ketua Lesbumi NU Pangkep

Laporan: Ramadhan M 

ETTAPEDIA.ORG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC-NU) Kabupaten Pangkep secara resmi melakukan pengukuhan dan pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC-NU), Pengurus Lembaga/Lajnah dan PC-Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) se-Kabupaten Pangkep di Ruang Tamu Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Sabtu (14/9/2024).

Ketua Tanfidziyah PC-NU, Dr. Muhammad Basir, MA didampingi Katib Syuriyah, Zainial Arifin, SH.,MH, dan Rais Syuriyah KH Abdur Rahman Kambi,Lc, MM mengungkapkan bahwa pelantikan dan pengukuhan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC-NU), Pengurus Lembaga/Lajnah dan PC-Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) se-Kabupaten Pangkep ini sudah lama direncanakan, namun baru terwujud saat ini, Sabtu (14/9/2024)

Muhammad Farid Wajdi, Pimpinan Redaksi Ettapedia (Media Ensiklopedia Sulawesi Selatan) ini dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus lembaga-lembaga NU Pangkep tersebut diamanahi sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI NU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Secara khusus, Muhammad Farid Wajdi mengungkapkan bahwa Lesbumi NU bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan seni dan budaya. “Itulah sebabnya di Lesbumi NU Pangkep, terhimpun para pegiat seni budaya Pangkep”, ujarnya.

“Jika menilik sejarahnya, paling tidak ada tiga peristiwa penting dalam memotret  momen historis kelahiran Lesbumi. Pertama, dikeluarkannya manifesto politik pada tahun 1959 di masa Presiden Soekarno. Kedua, Pengarusutamaan Nasakom dalam tata kehidupan sosio – budaya dan politik Indonesia pada awal tahun 1960 -an, dan Ketiga, Perkembangan Lekra 1950, organisasi kebudayaan yang sejak akhir tahun 1950-an. Ketiga peristiwa ini merupakan faktor eksternal kelahiran Lesbumi”, ungkap Muhammad Farid Wajdi, yang juga Ketua 1 Dewan Kesenian dan Pemajuan Kebudayaan (DKPK) Pangkep ini.

“Insya Allah, dengan wadah Lesbumi NU ini, diharapkan ke depan akan lebih banyak kegiatan seni budaya yang dapat difasilitasi. Kehadiran Lesbumi di tubuh NU harus memperlihatkan momen budaya, sebagai sebuah lembaga kebudayaan yang dapat melestarikan dan memoles seni budaya yang dihidupi warga NU, termasuk diantaranya melakukan pendampingan terhadap kelompok-kelompok seni budaya di lingkungan NU serta kebutuhan akan modernisasi seni budaya,” jelas Muhammad Farid Wajdi.

Seremoni Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Lembaga-Lembaga NU Pangkep tersebut ditutup dengan Sambutan sekaligus Pesan-pesan dari Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, AGH Prof. Dr. Hamzah Harun al-Rasyid, Lc.,MA yang mengharapkan agar setiap kader dan pengurus NU Pangkep menegaskan karakter warga NU di tengah-tengah masyarakat serta hadir pada setiap kegiatan sosial keagamaan yang dilaksanakan di Pangkep. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga