Menelisik Sejarah Keberadaan Gereja Immanuel Makassar

Oleh: M. Farid W Makkulau

ETTAPEDIA.ORG – Satu dari sekian banyak bangunan bersejarah di Kota Makassar yang masih bertahan hingga kini adalah Gereja Immanuel yang terletak di Jalan Balaikota No. 1 Makassar atau berada disamping timur Gedung Balaikota Makassar.

Sempat menjadi tanda tanya dalam benak penulis, apakah ini Gereja untuk penganut Kristen Katolik atau Protestan? Tak ada jawab yang pasti sampai kemudian penulis menemukan suatu catatan sejarah bahwa dahulunya Gereja Immanuel Makassar ini disebut juga “De Protestante Kerk”.

Gereja Immanuel Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Gereja Immanuel Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Gereja Protestan Immanuel ini dibangun pada Tahun 1885 oleh Pemerintah Kolonial Belanda yang berkedudukan di Makassar. Bangunan Gereja Immanuel berbentuk simetris dan bergaya arsitektur gotik klasik, dibangun diatas lahan seluas 3,428 m2 dan bangunan seluas 600 m2.  Pada bagian atas pintu masuk gereja terdapat menara lonceng yang tinggi dan runcing menyerupai gaya gotik klasik.

Dalam Buku Laporan Kegiatan Peringatan 100 Tahun Gedung Gereja Immanuel Ujung Pandang 15 September 1885-1985 dikisahkan bahwa awalnya jemaat (gemeente) didirikan dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 17 Oktober 1852.

Gereja Immanuel
Gereja Immanuel,  dinyatakan sebagai “Indische Kerk” (gereja negara) sejak diresmikannya dalam Tahun 1885 di masa pemerintahan kolonial Belanda di Makassar. (sumber foto:KITLV)
Gereja Immanuel. (foto: ist/palontaraq)
Gereja Immanuel, di Jalan Balaikota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Dalam SK tersebut disebutkan bahwa jemaat Gereja Immanuel Makassar ini merupakan bagian dari De Protestantsche Kerk in Nederlandsch Indie (Gereja Protestan di Hindia Belanda) atau yang biasanya disingkat “Indische Kerk”. Artinya, keberadaan jemaat Gereja Immanuel Makassar disamakan dengan induknya di Negeri Belanda karena gereja ini merupakan gereja negara. Pendeta diberi gaji oleh pemerintah beserta dengan anggaran-anggaran lainnya yang digunakan untuk keperluan gereja.

Lihat pula: Menengok Koleksi Museum Kota Makassar

Berdasarkan catatan sejarah dan prasastinya, Gereja Immanuel Makassar diresmikan pada tanggal 15 September 1885 oleh Pendeta J.C. Knuttel asal Belanda. Di Batu prasastinya tertulis jelas, “Deze Gedenksteen van den Herbouw Dezer Kerk Gesteld Door, Ds.J.C.Knuttel, 15 September 1885.”

Prasati Peresmian Gereja Immanuel. (foto: ist/palontaraq)
Prasati Peresmian Gereja Immanuel. (foto: ist/palontaraq)

Gereja Immanuel Makassar tersebut disebutkan bahwa pemakaian gedung gereja yang telah dibangun kembali dengan nama resmi “Prins Hendriks Kerk” (Gereja dari Pangeran Hendrik), meski umumnya disebut dengan “Protestantsche Kerk” (Gereja Protestan) atau “Grote Kerk” (Gereja Besar).

Pada tahun 1933, Indische Kerk mengadakan Grote Vergadering (pertemuan raya) yang memutuskan supaya diusahakan pemisahan administatif antara gereja dan negara. Dalam perkembangan selanjutnya, yaitu pada 31 Oktober 1948 bagian dari Indische Kerk di sebelah barat berdiri sendiri menjadi Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB),  meskipun terletak di wilayah Indonesia Timur namun ditetapkan sebagai  wilayah pelayanan GPIB.

Gereja Immanuel Makassar ini dipugar pada Tahun 1992 dan 1999 serta dinyatakan oleh Pemerintah Kota sebagai salah satu peninggalan sejarah dan dilindungi oleh undang-undang Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara. (*)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga