27 C
Makassar
Oktober 6, 2026, 11:58 pm

Para Penguasa Kerajaan Suppa dari We Passulle sampai La Tenritatta

Oleh: To PasaraiĀ 

ETTAPEDIA.ORG – Sebagaimana kita ketahui bahwa We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue menggantikan ayahnya menjadi Datu Suppa dan Addituang Sawitto. Dia inilah yang pertama memasukkan Islam ke Suppa dan Sawitto setelah mengucapkan syahadat di depan La Patiroi Addituang Sidenreng.

We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue kawin dengan Topattekkeng Cakkuridi Wajo melahirkan anak pertamanya yang bernama La Tenrisessu yang nantinya menjadi Datu Suppa.

Anak keduanya bernama We Tenri Pakkiya yang bergelar matinroe ri Suppa (yang terkubur di Suppa). Anak ketiganya bernama We Tenrisewo alias Daeng Tosewo matinroe ri Makuring (yang terkubur di Makuring).

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 6~

We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue bercerai dengan Topattekkeng di Patobong. Selepas perceraian ini, We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue kawin dengan kerabat dekatnya yang bernama La Massora Arung Alitta.

Pada masa itu La Massora sedang menduda karena istrinya yang seorang bidadari kembali ke kayangan. Perkawinannya dengan La Massora melahirkan anak pertamanya yang bernama We Tenrilekka yang nantinya menjadi Arung Alitta, anak keduanya bernama La Tenripau alias La Sampocaca.

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 6~

La Tenripau pergi ke Mandar kawin sebanyak empat kali. Tidak disebutkan nama-nama isterinya. La Tenripau melahirkan La Makkasau Tonrawalie yang nantinya menggantikan ayahnya menjadi Addituang Sawitto.

Adapun We Tenrilekka kawin dengan La Tonang Datu Walie Malotongnge Arung Rappang. Perkawinan ini melahirkan anak pertamanya yang bernama We Tasi’ yang besar kepalanya sehingga digelari Petta Maubbengnge. We Tasi’ yang nantinya menggantikan ayahnya menjadi Arung Rappang.

Anak keduanya ialah seorang lelaki cacat yang bernama To Pange yang nantinya menggantikan ibunya menjadi Arung Alitta. Anak ketiganya bernama We Cella yang nantinya menggantikan saudaranya menjadi Arung Alitta.

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 7~

We Tasi’ Petta Maubbengnge Arung Rappang kawin dengan kerabat dekatnya yang bernama La Pabila Datu Citta melahirkan To Dani yang nantinya menjadi penguasa di lima kerajaan di Ajatappareng yaitu Sawitto, Sidenreng, Suppa, Alitta dan Rappang.

We Cella kawin dengan La Minanga Arung Bila, Arung Bulu Cenrana, dan Arung Belawa. Perkawinan ini melahirkan La Pamessangi. Perkawinan La Pamessangi dengan We Cenning dari Luwa melahirkan We Pasa’ yang nantinya menjadi Arung Alitta, Arung Bulu Cenrana, dan Arung Belawa. We Pasa’ digelar matinroe ri balancana (yang mangkat dalam kekayaannya).

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 7~

We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue ialah Addituang Sawitto, Datu Suppa, dan Arung Alitta yang memulai mengislamkan ketiga kerajaan ini. We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue awalnya menerima Islam di Sidenreng pada tahun 1609.

Pada masa We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue wafat terjadi konflik antara Sawitto dengan Suppa, karena kedua kerajaan ini menginginkan raja mereka dikuburkan di daerahnya. Konflik ini dapat diselesaikan oleh Alitta yang menjadi pihak penengah.

Jalan penyelesaiannya ialah We Passule Daeng Bulaeng Datu Bissue dikuburkan di lereng gunung dalam kawasan Sawitto. Orang Sawitto yang menggali kuburnya, sedangkan tanah yang digunakan menimbun kubur itu ialah tanah dari Suppa dan Alitta yang diantar oleh rakyat mereka masing-masing. Setelah wafat We Passulle Daeng Bulaeng Datu Bissue mendapat gelar anumerta matinroe ri mala (yang wafat dalam perbuatan baiknya).

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 8~

La Tenrisessu menggantikan ibunya menjadi Datu Suppa. La Tenrisessu kawin di Soppeng dengan We Patimangratu melahirkan Tomannippie. Setelah La Tenrisessu wafat ia mendapatkan gelar anumerta matinroe ri yolo langkanana (yang terkubur di depan istananya). Lontaraq Akkarungeng Suppa dan sumber lainnya tidak menjelaskan apa saja yang terjadi pada masa kekuasaan La Tenrisessu.

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 8~

Tomannippie menggantikan ayahnya menjadi Datu Suppa. Lontaraq Akkarungeng Suppa dan sumber lainnya tidak menjelaskan apa saja yang terjadi pada masa kekuasaan Tomannippie di Suppa.

Lontaraq Akkarungeng Suppa hanya menceritakan bahwa setelah Tomannippie mangkat, maka yang menggantikannya adalah keturunan dari We Passule Daeng Bulaeng Datu Bissue dan La Massora Arung Alitta.

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 8~

We Tasi’ Petta Maubbengnge menggantikan sepupu satu kalinya menjadi Datu Suppa. Dia juga menjadi Arung Rappang. We Tasi’ Petta Maubbengnge kawin dengan La Pabila Datu Citta melahirkan To Dani yang nantinya menjadi penguasa di lima kerajaan Ajatappareng yaitu Sawitto, Suppa, Sidenreng, Rappang dan Alitta.

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 8~

To Dani menggantikan ibunya menjadi Datu Suppa. Dia juga menjadi penguasa di lima kerajaan Ajatappareng yaitu Suppa, Sidenreng, Sawitto, Alitta dan Rappang.

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 8~

La Tenritatta Daeng Tomaming selain menjadi Datu Suppa dia juga menjadi Addituang Sawitto. La Tenritatta Daeng Tomaming ialah putera dari La Tenripau Addituang Sawitto dan We Tenriseno Arung Ganra. La Tenritatta Daeng Tomaming dua kali kawin.

Dari istrinya yang bernama We Jora puteri dari La Mallewai Addituang Sidenreng dan We Sabaro melahirkan anak pertamanya yang bernama La Doko yang nantinya menjadi Datu Suppa dan Addituang Sawitto. La Tenritatta Daeng Tomaming juga kawin dengan We Dauttu ialah puteri dari To Dani matinroe ri Salemo (yang terkubur di Salemo) dan We Lampe’ Allong. Perkawinan ini melahirkan La Toware. La Toware melahirkan We Jora dan La Tinulu.

~Lontaraq Akkarungeng Suppa, hlm. 8-9~

Demikian sedikit keterangan tentang Para Penguasa Kerajaan Suppa dari We Passulle sampai La Tenritatta, sebagaimana dikutip dari buku “Para Penguasa Ajattapareng: Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis” yang ditulis oleh Abdul Latif. (*)

 

Sumber:Ā Facebook To Pasarai

Link:Ā https://www.facebook.com/profile.php?id=61563922405510

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga