Oleh: M. Farid W Makkulau **)
ETTAPEDIA.ORG – TONASA. Saya kira tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak mengenal kata ini, khususnya di Sulawesi Selatan. Dan jika menyebut kata ‘Tonasa’ maka pikiran semua orang langsung bisa menebaknya.
Ya, Pabrik Semen. Kata Tonasa itu hanya satu, hanya di Pangkep. Kalau ada orang ditanya, “kerja dimana, pak ?” Dan kalau jawabannya, “kerja di Tonasa”, maka tentu maksudnya orang tersebut adalah karyawan PT. Semen Tonasa.

Bandingkan nama Tonasa dengan nama pabrik semen lain yang bermakna ganda, misalnya, Bosowa, Padang, atau Gresik. Bosowa bisa berarti akronim dari Bone Soppeng Wajo (Tellumpoccoe ri Timurung), bisa berarti pabrik semen Bosowa di Maros, atau bisa berarti show room mobil Bosowa di Makassar.
Nama Padang cukup banyak di Sumatera, ada Padang Panjang, Padang Pariaman, Padang Sidempuang, dan lain sebagainya, bahkan di Pangkep ada yang namanya Padang Lampe, nama Gresik juga tidak monopoli Semen Gresik karena dipakai juga untuk nama pabrik pupuk, Petrokimia Gresik. Oleh karena itu setiap orang yang menyebut nama Tonasa maka ingatan kita pasti hanya satu, yaitu Semen.
Nah, dalam rangka memeriahkan HUT PT. Semen Tonasa yang dirayakan tiap tanggal 2 November, maka berikut ini usulan/rekomendasi naskah Seni Drama dan Tari (Sendratari) yang dapat dipakai dan dipertunjukkan, hanya bagi seniman-seniman Pangkep multi-talenta yang siap dan kompeten mementaskannya.
Inilah Naskah Sendratari Perjalanan dan Peran PT. Semen Tonasa dalam Pembangunan
***
Sendratari Napak Tilas Harmonisasi PT. Semen Tonasa dalam Pembangunan
Bagian 1
*Eee,,, ee,,,eee,,, / Ikatteni kana rupa tau
Tea Laloki Takkaluppa / Tenapa duduna, Napa’lingumaki ri Empoanta’.
—
Inniminne kelong pangngu’rangi
Kelong-kelongna Butta Tonasa, Butta Tone’na AjuE’.
***
Tonasa, Pinggiran Balocci, sampai dengan Tahun 1959 / Adalah Daerah Gelap, Suram, dan Menakutkan. / Di deretan bukit dan gunung batu kapur / Pada kampung tumbuhnya Aju Kalumpang yang dikenal sebagai Aju Tonasa / Pokok kayu yang kokoh, kuat dan terpercaya / Di Tonasa ini pula, daerah tempat asal mitos tentang To Annassa / Sesosok Tokoh dalam seberkas cahaya yang seringkali muncul diantara pegunungan batu kapur.
Inilah Napak Tilas Harmonisasi Tonasa, dari “Tone’na ajuE” (intinya kayu) menjadi “Tone’ne WanuaE”. (Intinya Daerah)
***
Bagian 2
Tari (tanpa narasi)
***
Bagian 3
Karena sumber daya alam yang melimpah, Tonasa berpotensi menjadi lokasi pembangunan pabrik semen / Namun masyarakat terpecah menjadi dua kelompok / Ada kelompok masyarakat yang menyambut gembira, dan ada kelompok masyarakat yang melakukan penentangan, dan menolak sosialisasi pembangunan pabrik semen.
***
Bagian 4
Inilah Jenderal M Yusuf, Putra Bugis dan Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) / Turun tangan langsung melerai kelompok masyarakat yang bertentangan / Jenderal M Yusuf mengatakan, “Tonasa adalah kampung yang harus berubah dan menjadi titik awal perubahan”.
Lewat Keputusan MPRS No. 2 Tahun 1960 (Tanggal 5 Desember 1960), Pemerintah mempersiapkan Pendirian Pabrik PT. Semen Tonasa di Sulawesi Selatan, yang berlokasi di Desa Tonasa Kecamatan Balocci, sekitar 50 km di sebelah utara Kota Makassar.
***
Bagian 5
(Masuk Suasana Bahagia, Gerakan Tari adalah Simbolisasi Masyarakat Terima Pembangunan Pabrik PT. Semen Tonasa)
Pembangunan Pabrik PT. Semen Tonasa Unit I kemudian disambut gembira oleh masyarakat. Dimulai Tahun 1960, merupakan proyek di bawah Departemen Perindustrian hasil kerjasama Pemerintah RI dengan Pemerintah Cekoslowakia. Diresmikan pada Tanggal 2 November 1968 oleh Presiden Soeharto didampingi Jenderal M Yusuf yang ketika itu menjabat Menteri Perindustrian Indonesia ke-9.
***
Bagian 6
Tonasa 1
Pabrik PT. Semen Tonasa unit I mulai memproduksi semen pada tahun 1968 dengan kapasitas 120.000 ton semen per tahun. Pabrik yang berlokasi di Desa Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Kepulauan ini sejak tahun 1984 dihentikan operasinya atas pertimbangan ekonomis.
Tonasa 2
Pabrik PT. Semen Tonasa unit II berlokasi di Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Pangkep sekitar 23 km dari lokasi Tonasa Unit I ini adalah hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kanada, mulai beroperasi pada Tahun 1980 dengan kapasitas produksi 510.000 ton semen pertahun, kemudian dioptimalisasi menjadi 590.000 ton semen pertahun pada Tahun 1991, sementara itu di area yang berjarak sekitar 17 km dari pabrik juga dibangun fasilitas pelabuhan khusus Biringkassi sebagai penunjang distribusi semen ke luar Pulau Sulawesi.
Tonasa 3
Pada Tanggal 3 April 1985, Pabrik Semen Tonasa Unit III yang bertempat di lokasi yang sama dengan Pabrik Semen Tonasa Unit II mulai beroperasi. Pabrik yang berkapasitas 590.000 ton semen pertahun ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman Barat.
Tonasa 4
Pabrik PT. Semen Tonasa Unit 4 adalah perluasan yang dilakukan pada Tahun 1990, dan mulai beroperasi pada Tahun 1996 dengan kapasitas produksi 2.300.000 ton semen pertahun. Pada tahun yang sama, fasilitas pendukung Power Plant juga dibangun di area Pelabuhan Biringkassi.
Tonasa 5
Pabrik PT. Semen Tonasa Unit 5 dibangun atas persetujuan pemegang saham. Beroperasi dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton semen pertahun sejak Tahun 2013 dan diresmikan oleh Presiden SBY pada Februari 2014. Dengan 4 pabrik yang beroperasi, PT. Semen Tonasa mampu mencapai kapasitas produksi hingga 6,7 juta ton semen pertahun.
***
Bagian 7
Demonstrasi Masyarakat Menuntut Perluasan Lapangan kerja bagi Masyarakat Lokal Pangkep (didamaikan oleh Dirut bersama Tokoh Masyarakat setempat).
***
Bagian 8
Pesan Kearifan Lokal
Punna Lebbaki Salasa / Nampa Akgiling Sunggu
Sanna Upatta, Punna Kulle Nisukkuri
Tojengma anne kamase, Tallasak ta’ronang-ronang
Baji’ji punna nia ija tone’na ajuE, nanjarimi Tone’na wanuaE”.
***
Bagian 9
Jingle Tonasa (Hidup Berdampingan dalam Damai)
***
Narator ke Panggung, bergabung dengan seluruh Tim Sendratari,
Dirgahayu PT. Semen Tonasa ke-56
Semen Tonasa, “Kokoh Kuat dan Terpercaya”.
Salamaki Tapada Salama’.
* * *
Demikianlah sedikit penggambaran Perkembangan dan Kemajuan PT Semen Tonasa dalam bentuk pertunjukan Sendratari atau Sendratasik (Seni Drama Tari dan Musik). PT. Semen Tonasa saat ini adalah produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang menempati lahan seluas 715 hektar di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 km dari kota Makassar.
Perseroan yang memiliki kapasitas terpasang 5.980.000 ton semen per tahun ini, mempunyai empat unit pabrik, yaitu Pabrik Tonasa II, III, IV dan V. Keempat unit pabrik tersebut menggunakan proses kering dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton semen pertahun untuk Unit II dan III, 2.300.000 ton semen per tahun untuk Unit IV serta 2.500.000 ton semen untuk Unit V.

Saat ini PT Semen Tonasa menguasai market share 47 persen di wilayah Indonesia timur dengan pertumbuhan 7-8 persen dan Rp 2,3 triliun pertahun. Diharapkan meningkat hingga Rp 5 triliun per tahun.
Wilayah pemasaran PT. Semen Tonasa meliputi 13 provinsi di kawasan Indonesia timur tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Papua, Nusa Tenggara dan Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Sebelumnya, semen Tonasa juga diekspor ke Banglades, Singapura, Vietnam, Nigeria, Timor Leste, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Kamboja, dan Afrika.
Eksistensi PT Semen Tonasa diuntungkan oleh bahan baku produksi yang masih melimpah, di antaranya 1.351,6 juta ton batu kapur dan 152,4 juta ton tanah liat. Perkiraan persediaan bahan baku itu bisa dimanfaatkan hingga lebih dari 100 tahun.
Sumber Daya Alam yang melimpah tersebut bukan milik generasi sekarang tapi warisan dari anak cucu kita yang akan datang, karena itu Mari mengelolanya dengan arif dan bijaksana.
Pembangunan berwawasan lingkungan, perhatian terhadap Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta menjaga kawasan karst yang merupakan bagian tak terpisah dari ketersediaan bahan baku produksi harus menjadi perhatian serius kita bersama. Eksistensi PT Semen Tonasa dilingkupi oleh begitu banyak fragmen sejarah dan budaya di lingkungan sekitarnya, bukan hanya dalam lingkup Pangkep, tetapi dalam skala regional Pelestarian dan pengembangan budaya lokal. PT Semen Tonasa bisa besar seperti sekarang ini karena alam dan budaya di sekelilingnya. Mari jaga alam dan jaga budaya. (*)
Referensi:
- Sejarah di Seputar Tonasa (M. Farid W Makkulau, Palontaraq, 19 Juni 2018)
- Video Profil Perusahaan PT. Semen Tonasa
- Video Perkembangan Pabrik PT. Semen Tonasa
(** M. Farid W Makkulau, Ketua I Dewan Kesenian dan Pemajuan Kebudayaan (DKPK) Kabupaten Pangkep / Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangkep.





















