Laporan: M. Farid W Makkulau
ETTAPEDIA.ORG – Ingin menelusuri Sejarah Sulawesi Selatan, tapi tidak tahu harus kemana? Berikut ini 7 destinasi wisata sejarah Sulsel yang direkomendasikan Media Palontaraq, yaitu
1. Fort Rotterdam
Fort Rotterdam merupakan benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo (Kerajaan Makassar). Benteng ini juga dikenal dengan nama Benteng Jumpandang, letaknya berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar.
Selengkapnya buka dan baca link berikut:
Menelusuri Sejarah Makassar di Fort Rotterdam
Benteng Rotterdam dan Permasalahannya
Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!
2. Museum Kota Makassar
Museum Kota Makassar ini didirikan atas ide Walikota Makassar Drs HB. Amiruddin Maula, S.H.,M.Si dan diresmikan pada tanggal 7 Juni 2000, menempati Gedung Balai Kota lama yang terletak di tengah kota Makassar, yang sebelumnya juga pernah ditempati sebagai Kantor Bappeda Kota Makassar, tepatnya di Jl. Balai Kota 11 A, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujungpandang.
Gedung Museum Kota Makassar ini memang awalnya merupakan Kantor “Major of Makassar” atau dibangun Pemerintah Hindia Belanda untuk difungsikan sebagai Kantor Walikota Makassar (Gementehuis) sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda dalam Tahun 1916 (Ada pula yang menyebutnya, Tahun 1918).
Selengkapnya buka dan baca link berikut:
Menengok Koleksi Museum Kota Makassar
Sejarah Pemerintahan di Museum Kota Makassar
Ratu Wilhelmina dalam Museum Kota Makassar
Mengenal Museum Kota Makassar dan Koleksinya
Makassar auf Deutsch kennenlernen
3. Benteng Sombaopu
Benteng Sombaopu adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun di Abad XVI, diperkirakan pada Tahun 1525, pada masa kekuasaan Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna.
Selengkapnya buka dan baca link berikut:
Wisata Sejarah ke Benteng Sombaopu
4. Kompleks Makam Sultan Hasanuddin
Makam Sultan Hasanuddin merupakan kompleks pemakaman Raja-raja Gowa-Tallo (Makassar), berada di Kelurahan Katangka, Sombaopu, Kabupaten Gowa. Situs ini berada di puncak Bukit Tamalate dengan luas 2.352 m². Di kompleks ini terdapat 24 situs pemakaman raja-raja dari Kerajaan Gowa yang sudah ada sebelum masa islamisasi di Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan arah kubur yang berorientasi dari arah timur ke barat pada makam raja Gowa ke-11, yaitu I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatta yang diangkat menjadi raja Gowa pada tahun 1565.
Selengkapnya buka dan baca link berikut:
Mengakrabi Sejarah Sultan Hasanuddin
Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin
5. Kompleks Makam Arung Palakka
Makam Arung Palakka adalah kompleks pemakaman yang terletak di Kampung Bontobiraeng, Katangka, Sombaopu, Kabupaten Gowa. Di dalam kompleks terdapat 21 jumlah makam tua yang masih dapat dikenali namanya. Situs makam ini digunakan sebagai situs pemakaman raja Kerajaan Bone ke-XIV (1667-1696) yang bernama La Tenritatta’ Arung Palakka yang wafat pada tanggal 6 April 1698.
Selain itu, terdapat makam sultan Kesultanan Gowa ke-XX yaitu Sultan Ismail (1709-1711) yang wafat pada tanggal 1 April 1724. Kompleks makam juga memiliki makam dari para kerabat Arung Palakka. Tokoh-tokoh lain yang dimakamkan di tempat tersebut adalah Sitti Hawa, Tumenanga ri Bontobiraeng Karaeng Pattingalloang yang wafat pada 17 September 1654 dan Karaeng Matoayya.
Selengkapnya buka dan baca link berikut:
Mengakrabi Sejarah Arung Palakka
Berziarah ke Makam Arung Palakka
Arung Palakka, Inspirasi Perjuangan Rakyat Bone
Daftar Raja Bone: Arung MangkauE ri Bone
6. Kompleks Makam Syekh Yusuf
Makam Syekh Yusuf merupakan salah satu objek wisata sejarah dan religi di Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa. Syekh Yusuf wafat pada tanggal 23 Mei 1699 di Afrika Selatan, kemudian dimakamkan pada tanggal 6 April 1705 di kampung halamannya Lakiung, Kabupaten Gowa.

Selengkapnya buka dan baca link berikut:
Cahaya dari Timur: Syekh Yusuf Al-Makassary
Syekh Yusuf al-Maqassary dalam Narasi Tutur
Konsepsi Syekh Yusuf dalam Mendekatkan Diri kepada Allah
Menyingkap Rahasia Ajaran Syekh Yusuf dan Pertalian dengan Nabi Khidir
Mencari Pustaka tentang Syekh Yusuf al-Maqassary
7. Balla Lompoa
Balla Lompoa (b.makassar: rumah besar) merupakan istana kediaman raja Gowa yang dibangun tahun 1936 setelah diangkatnya Raja Gowa ke-XXXV I Mangimangi Daeng Matutu, Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin.

Balla Lompoa berada di tengah Kota Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin No 48. Di samping Balla Lompoa, terdapat bangunan Istana Tamalate yang ukurannya jauh lebih besar yang dibangun pada era kepemimpinan Bupati Gowa Syahrul Yasin Limpo pada tahun 1980-an. Lokasi Balla Lompoa berjarak kurang lebih 3 km dari Kota Makassar.
Pintu gerbang utama Balla Lompoa berada di jalan KH. Wahid Hasyim, pintu gerbang kedua berada di bagian belakang Balla Lompoa yaitu Jalan Andi Mallombassang, pintu gerbang ketiga berada di Jalan Habibu Daeng Kulle dan pintu gerbang keempat berada di Jalan A. Baso Erang.
Demikianlah 7 Rekomendasi Palontaraq terkait tempat/destinasi wisata Sulawesi Selatan yang berada di Kota Makassar-Kabupaten Gowa. Semoga bermanfaat adanya.





















