27 C
Makassar
Oktober 7, 2026, 12:41 am

Arti Nama Daerah di Makassar dan Sekitarnya

Oleh: M. Farid W Makkulau

Tulisan sebelumnya:  Lirik dan Arti Lagu Makassar “Naloko Nakku”

ETTAPEDIA.ORG – Banyak sekali tempat atau daerah yang disebut dengan penamaan lokal berdasar Bahasa asli dan kearifan lokal masyarakat setempat. Sebut saja di Kota Makassar, dan kabupaten lain di sekitarnya. Pun pada semua di Kabupaten se-Sulawesi Selatan pada umumnya.

Penamaan tempat atau daerah itu dengan menggunakan bahasa daerah seringkali sukar ditemukan arti atau pemaknaannya karena ditulis dengan tidak menggunakan tanda baca, khususnya tanda petik. Misalnya di Kota Makassar, ibukota Propinsi Sulawesi Selatan dengan penggunaan Bahasa Makassar pada umumnya, penyebutan yang seharusnya: Tama’lanrea ditulis Tamalanrea. Tama’late ditulis Tamalatea.

Umumnya yang terjadi seperti itu, sehingga terkadang menyulitkan mencari maknanya, terutama bagi generasi muda, yang banyak sudah meninggalkan bahasa ibu (bahasa pertamanya).

Berikut ini beberapa nama tempat atau daerah yang menggunakan bahasa makassar di Kota Makassar, diantaranya ialah:

1. Panakkukang, seharusnya Panna’kukang, yang artinya Tempat yang dirindukan. Umumnya hanya ditulis Panakkukang, seperti Mall Panakkukang (MP).

2. Tamalate, seharusnya Tama’late, yang artinya Tidak akan layu. Umumnya ditulis: Tamalatea, seperti Kecamatan Tamalatea.

3. Tamalanrea, seharusnya Tama’lanre atau Tama’lanrea, yang artinya Tidak akan bosan. Umumnya ditulis Tamalanrea, seperti pada tulisan: Kampus UNHAS di Tamalanrea, KM 10 Tamalanrea.

4. Pabbangiang, seharusnya Pa’bangngiang, yang artinya Penginapan. Lariang Bangngi artinya: dilarikan pada malam hari (Silariang).

5. Pabbaeng-baeng, seharusnya Pa’baeng-baeng, yang artinya Perbatasan.

6. Panaikang, seharusnya Pa’naikang, yang artinya Penaikan, tempat menaik atau tempat menanjak.

7. Minasa Upa, seharusnya Minasa Upa’, yang artinya Harapan akan keberuntungan.

8. Bulo gading, artinya Buluh Perindu.

9. Roman Tangaya, seharusnya Romang Tangngayya, yang artinya Tengah hutan.

10. Paccerakang, seharusnya Paccerakkang, yang artinya Tempat pertumpahan darah.

Lihat pula: Humor: Jika Film Hollywood dimakassar-kan?

11. Palantikang, seharusnya Pallantikang, yang artinya Tempat Pelantikan.

12. Pacinongang, seharusnya Pa’cinnongang, yang artinya Tempat yang suci/Pemurnian

13. Pattunuang, yang artinya Tempat Pembakaran. Pattunuang Jonga artinya Tempat Pembakaran Kijang.

14. Bajiminasa, seharusnya Baji’ minasa, yang artinya Baik harapan. Minasa Baji artinya Harapan yang baik, seperti halnya Minasatene yang artinya harapan yang manis, Sungguminasa artinya harapan yang membahagiakan.

15. Baji’ areng, artinya Baik nama; Areng Baji artinya Nama yang baik.

16. Baji’ gau’, artinya Baik sifat; Gau baji artinya berperilaku baik.

17. Baji’ dakka, artinya Baik langkah; Dakka baji’ artinya berlangkah di jalan baik.

18. Biring romang, artinya Pinggir Hutan

19. (M)annuruki, artinya Menuruti

20. Kassi’-Kassi’, artinya Pasir-pasir

21. Katimbang, artinya Belalang

22. Tamarunang, artinya Tidak akan jatuh/coplok

23. Talasapang, seharusnya ditulis Tala’ salapang, yang artinya Sembilan pohon lontar.

24. Pampang, artinya Rata

25. Pandang, artinya Nanas, Pandan

26. Pattallassang, artinya Penghidupan, tempat hidup.

27. Lette, artinya Pindah; Jadi, Kampung Lette artinya Kampung yang dipindahkan.

28. Antang, artinya Henti

29. Maricaya, artinya Merica (itu)

30. Batua, artinya Batu (itu)

31. Buloa, artinya Bambu (itu). Borong Buloa artinya Pepohonan Bambu atau Hutan Bambu.

32. Cambaya, seharusnya Cambayya, artinya Asam (itu)

33. Untia, artinya Pisang (itu); Borong Untia artinya Kebun Pisang.

34. Gaddong, artinya Gedung

35. Butung, artinya Gerombol

36. Rappojawa, artinya Kecombrang

37. Batang kaluku, artinya Batang pohon kelapa

38. Je’ne’ tallasa’, artinya Air Kehidupan, atau air yang hidup.

39. Limbung, yang artinya Teduh atau Nyaman

Demikianlah sedikit dari Banyak nama berbahasa Makassar yang digunakan sebagai nama tempat atau nama Daerah. Seringkali Penutur asli sendiri agak kebingungan memaknainya karena dalam penulisannya seringkali hilang atau dihilangkan tanda bacanya.

Semoga bermanfaat adanya. Wassalam. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga