27 C
Makassar
Oktober 7, 2026, 12:09 am

Inilah Lirik Lagu “Mappadendang” dan Artinya

Oleh: M. Farid W Makkulau

Related Post: Video Tari MappadendangĀ 

ETTAPEDIA.ORG – Di kalangan masyarakat Bugis, siapa yang tak kenal Mappadendang? Menyebut “Mappadendang” maka di pikiran Orang Bugis, pastilah terbersit kemeriahan Pesta Panen. Ya, Mappadendang adalah sebutan untuk pesta pasca panen padi sebagai salah satu bentuk kesyukuran kepada Yang Maha Kuasa.

Dalam upacara adat Mappadendang, diundang seluruh masyarakat untuk merasakan kemeriahan syukuran atas hasil panen padi. Di dalamnya, ada acara penumbukan gabah pada lesung dan penumbuk (alu) yang dilakukan secara serempak, bertalu-talu dengan ritme dan irama yang beraneka, namun tetap terdengar harmonis.

Irama Mappadendang berupa tumbukan alu ke lesung yang silih berganti sewaktu menumbuk padi. Komponen utama dalam ritual Mappadendang terdiri dari 6 perempuan, 3 pria, yang kesemuanya memakai pakaian tradisional. Tambahannya adalah bilik Baruga, dan perlengkapan Mappadendang: lesung dan alu.

Ritual Mappadendang yang aslinya, dilakukan di tengah sawah untuk melakukan penumbukan gabah secara besama.Ā Biasanya dilaksanakan setelah panen raya, memasuki musim kemarau pada malam hari saat bulan purnama.

Mappadendang

Narekko laoki ri Sulawesi
Lolang-lolakki ri tana Ogi
Leppang mabbenni-benni
Pirasai ase banda malunrae

Parepare mana mita
Bombang silacu-lacu
Aganna lacu-lacu
Lopi pallureng berre
Dendang alani dendang
Dendang mappadendang
Mappadendangni ana Ogie
Pirasai nyamengna
Nyamengna aresona
Ri Sulawesi mana mita
Galung temmakaloang
Paggalungna makaroa
Pole tasseddi kampong
Massumange tongeng waseng ana Ogie
Majjijireng marengngala pole tasseddi kampong
Dendang alani dendang
Dendang mappadendang
Mappadendangni ana Ogie
Pirasai nyamengna
Nyamengna aresona
Amo pole bosie
Amo pole pellae
Mattunru-tunru totoi
Sappai atuongenna
Ase banda malunrae
Rilureng lao daerah
Ribawai ri wanuae
Wanua kurangnge berrena
Dalam bahasa indonesia:
Berdendang
Apabila kamu berkunjung ke Sulawesi
Jalan-jalan ke tanah Bugis
Singgah untuk bermalam
Rasakan gurihnya padi banda
Di Parepare saya melihat
Ombak yang berkejaran
Apa yang berkejaran
Perahu yang membawa beras
Dendang dan berdendang
Dendang berdendang
Berdendanglah anak Bugis
Rasakan seruhnya
Seruhnya pekerjaannya
Di Sulawesi saya melihat
Sawah yang sangat luas
Petaninya yang begitu ramai
Dari berbagai kampung
Betapa bersemangatnya anak-anak Bugis
Berjejeran untuk memanen dari berbagai kampung
Dendang dan berdendang
Dendang berdendang
Berdendanglah anak Bugis
Rasakan seruhnya
Seruhnya pekerjaannya
Walau datang hujan
Walau datang panas
Sangat bersungguh-sungguh
Mencari penghidupan

Padi banda yang gurih
Diangkut menuju daerah
Dibawa ke kampung
Kampung yang kekurangan beras.

Di kekinian, sudah banyak terjadi pergeseran dari praktek Mappadendang, namun tetap dilestarikan dengan tujuan menjaga silaturahim dengan sesama anggota masyarakat, tanda bersyukur, sekaligus sebagai salah satu upaya mempererat persahabatan dan kekeluargaan dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah dan tokoh masyarakat lainnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga