Laporan: Ramadhan M
ETTAPEDIA.ORG – Lembaga Palontaraq mendorong agar Pelajar Sulsel mengakrabi seni tradisi sebagai bagian dari pelestarian kebudayaan daerah. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak praktek dan lomba seni tradisi antar sekolah, dan kemudian mempublikasikannya secara massif melalui media sosial maupun lewat kanal Youtube.
Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Palontaraq, Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. “Saat ini, dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, seharusnya pihak sekolah dan termasuk Pondok Pesantren semakin menggerakkan kreatifitas belajar siswa berdasarkan minat, bakat dan potensi terbaiknya. Mereka yang memiliki potensi seni, seharusnya dapat diarahkan dan diakrabkan dengan seni tradisi agar dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari pelestarian kebudayaan daerah,” ujarnya.
Lembaga Palontaraq selama ini telah menjadi pengarah dan media pendukung bagi pengajaran dan praktek seni tradisi, termasuk perekaman dan publikasinya di media baru. “Diantara sekolah yang telah menjalin kerjasama dengan kami, diantaranya ialah Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep. Kami mengajak sekolah lain juga dapat mengaktifkan siswanya agar mengakrabi seni tradisi dan turut berperan serta mengenalkan budaya daerah Sulawesi Selatan,” ajaknya setelah terpublikasi Video Tari 4 Etnis di kanal Youtube Channel Putri IMMIM.
Sementara itu, Dra Nurhudayah, Kepsek Kepesantrenan Pontren Modern Putri IMMIM Pangkep mengungkapkan bahwa Field Trip atau karya wisata pada intinya merupakan kegiatan belajar di luar kelas, belajar sambil berwisata dan menampilkan karya. “Itulah sebabnya karya wisata siswi atau santri kami mewajibkan jika keluar berwisata harus menampilkan karya, itulah sebabnya ada penampilan menari, dakwah bahasa inggris, dakwah bahasa arab, menulis dan membuat laporan perjalanan, membaca puisi, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
“Kerjasama dengan media baru, sekaligus menjadi pengarah untuk kegiatan seni budaya, kami percayakan sepenuhnya kepada Lembaga Palontaraq. Hal ini karena Palontaraq, selain memberikan bimbingan/arahan penampilan seni tari, juga melakukan back up media terhadap segala kegiatannya anak-anak kami. Dan, untuk hal tersebut kami merasa sangat terbantu, sekaligus juga sebagai media promosi pesantren,” tambahnya. (*)





















